Chapter 1: The Encounter The sky is darkening, the wind is breezing, and Jimmy…Jimmy is running frantically through the woods. Fleeing, or call it pulling a tactical retreat. From a big ass boar-like monster. To call it a boar is an insult to the creature. It has an enormous snout, gigantic head, 3 eyes on it, a menacing saber-like pair of tusks which if it were up to Jimmy would be aptly named Brutal and Violence, and a huge almost 2 meter length of torso covered in bristling dark stripe brownish thick furs. The said boar is currently chasing behind the poor boy, roughly 15 meters behind him, and gaining. “Oh shit oh shit oh shi…” Jimmy grumbles between gasps. For a 14 years old, he is considered quite athletic among his peers, yet to outrun a boar, not to mention a gigantic one is not a feat easily accomplished. Jimmy knows that glaring truth, the boar-like monster apparently knows that, too. Hence why it doesn’t seem too rushed to finish his hunt. To an onlooker, ...
Pada suatu ketika, terdapat sebuah desa yang terletak di pinggir sebuah hutan. Desa itu bernama desa Willow. Desa Willow adalah desa yang tidak terlalu besar, hanya berisi beberapa puluh keluarga. Dalam desa tersebut, hidup seorang ahli pembuat robot bernama Profesor Gavin. Walaupun tidak diketahui apakah ia memang benar-benar memiliki gelar profesor, namun para penduduk desa senang memanggilnya profesor karena kepandaian dan keahliannya. Kepandaian Profesor Gavin terbukti dari begitu banyaknya robot canggih yang ia ciptakan. Robot-robot tersebut sudah sangat banyak membantu kehidupan rakyat desa. Sebut saja misalnya, sebuah robot bernama Jig Saw, yang bisa berjalan masuk ke dalam hutan, memotong sebatang pohon besar dengan gergaji listriknya, dan kemudian menarik batang pohon itu kembali ke dalam desa. Dan hebatnya, robot itu juga bisa melakukan tarian kecil saat selesai mengerjakan tugasnya! Atau robot lain bernama Plant Zombie, yaitu sebuah robot yang berbentuk seperti zombie ...